Senin, 21 Maret 2011

OPEN SOURCE

Open Source

Open source adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu / lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.

Menurut David Wheeler, secara umum program yang dinamakan free software (perangkat lunak bebas) atau open source software (perangkat lunak sumber terbuka) adalah program yang lisensinya memberi kebebasan kepada pengguna menjalankan program untuk apa saja, mempelajari dan memodifikasi program, dan mendistribusikan penggandaan program asli atau yang sudah dimodifikasi tanpa harus membayar royalti kepada pengembang sebelumnya.

Open Source Software" (OSS), menurut Esther Dyson (1998), didefinisikan sebagai perangkat lunak yang dikembangkan secara gotong-royong tanpa koordinasi resmi, menggunakan kode program (source code) yang tersedia secara bebas, serta didistribusikan melalui internet.

OSS identik dengan Free Software. Perlu digarisbawahi, definisi free disini bukan berarti gratis, namun free disini berarti bebas. Bebas ini dijabarkan menjadi empat buah, yaitu:

1. Kebebasan untuk menjalankan programnya untuk tujuan apa saja.
2. Kebebasan untuk mempelajari bagaimana program itu bekerja serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda. Akses pada kode program merupakan suatu prasyarat.
3. Kebebasan untuk menyebarluaskan kembali hasil salinan perangkat lunak tersebut sehingga dapat membantu sesama.
4. Kebebasan untuk meningkatkan kinerja program, dan dapat menyebarkannya ke khalayak umum sehingga semua menikmati keuntungannya. Akses pada kode program merupakan suatu prasyarat juga.

Keuntungan Open Source

--> Motivasi dari penggunaan dan pengembangan open source software beraneka ragam, mulai dari filosofi dan alasan etika sampai pada masalah praktis. Biasanya, keuntungan yang dirasa pertama dari model open source adalah fakta bahwa ketersediaan open source diciptakan secara gratis atau dengan biaya yang rendah.

Berikut beberapa keuntungan menggunakan Open Source

• Legal

Indonesia berada pada posisi nomor 4 negara pembajak terbesar di dunia. Hal ini menyebabkan posisi tawar-menawar Indonesia melemah di dunia perdagangan, dan menjadikan Indonesia menuai kecaman dari negara-negara lainnya. Open Source, dengan berbagai kelebihannya, juga legal. Penggunaan software Open Source di seluruh Indonesia akan menyebabkan tingkatpembajakan software di Indonesia menjadi turun drastis, dari 88% menjadi 0%.

• Penyelamatan Devisa Negara

Software yang banyak dipakai untuk mengetik harganya adalah US$ 600. Untuk perbandingan, harga laptop adalah sekitar US$ 435 . Dan pendapatan per kapita/bulan adalah hanya sekitar US$ 134. Dengan menggunakan solusi berbasis Open Source, maka dapat dilakukan penghematan devisa negara secara signifikan. Kemudian dana tersebut dapat dialokasikan ke usaha-usaha untuk kesejahteraan rakyat.

• Keamanan Negara / Perusahaan

Di tahun 1982, terjadi ledakan dahsyat di jalur pipa gas Uni Sovyet di Siberia. Kekuatan ledakan tersebut, sekitar 3 kiloton, atau 25% dari kekuatan bom nuklir Hiroshima. 16 tahun kemudian baru diketahui oleh publik bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh software komputer proprietary / tertutup yang telah diubah oleh CIA. Software Opn Source bebas dari bahaya ini, karena bisa dilakukan audit terhadap kode programnya.

• Keamanan Sistem

Virus, spyware, trojan, dan berbagai masalah keamanan lainnya, sudah akrab dengan banyak pengguna komputer.Pada topik keamanan sistem, satu buah lubang keamanan saja sudah cukup untuk menjadi jalan masuk penjahat.Masalahnya pada software proprietary / tertutup, sangat sulit untuk dapat benar-benar yakin dengan keamanannya; karena kita tidak tahu apa yang ada di dalamnya. Selain itu, seringkali sangat sulit untuk mendapatkan solusinya. Sebagai contoh, ada security hole diInternet Explorer yang telah diketahui sejak tahun 2002, namun masih tetap belum ada solusinya.
Sebuah komputer dengan OS Microsoft Windows 2000 yang kemudian disambungkan ke Internet, dapat terserang virus dalam waktu 10 menit atau kurang. Di tahun 2006, Internet Explorer tidak aman untuk digunakan selama 284 hari . Dan seterusnya.

• Banyaknya tenaga (SDM ) untuk mengerjakan proyek.

Sumber daya manusia merupakan salah satu unsur pokok dalam software development. Proyek open source biasanya menarik banyak developer. Sebagai contoh, pengembangan server web Apache9 menarik ribuan orang untuk ikut mengembangan dan memantau.

• Kesalahan (bugs, error) lebih cepat ditemukan dan diperbaiki. Karena jumlah developernya sangat banyak dan tidak dibatasi, maka kemungkinan untuk mendeteksi bugs lebih besar. Visual inspection (eye-balling) merupakan salah satu metodologi pencarian bugs yang paling efektif. Selain itu, karena source code tersedia, maka setiap orang dapat mengusulkan perbaikan tanpa harus menunggu dari vendor.
"Given enough eyeballs, all bugs are shallow. (Linus Torvalds)”

• Kualitas hasil lebih terjamin.

Karena banyaknya orang yang melakukan evaluasi, kualitas produk dapat lebih baik. Sebagai contoh, Apache merupakan web server open source yang paling banyak digunakan orang di dunia. Namun hal ini hanya berlaku untuk produk open source yang ramai dikembangkan orang. Tidak selamanya produk open source dikembangkan oleh banyak orang. Ada banyak produk open source yang dikembangkan oleh individual saja.

Kekurangan Open Source :

1. Kurangnya SDM yang dapat memanfaatkan open source. Salah satu keuntungan utama
dari gerakan open source adalah adanya ketersediaan source code. Namun ketersediaan ini
menjadi sia-sia apabila SDM yang ada tidak dapat menggunakannya, tidak dapat mengerti
source code tersebut. SDM yang ada ternyata hanya mampu menggunakan produk saja. Jika
demikian, maka tidak ada bedanya produk open source dan yang proprietary dan tertutup.

2. Tidak adanya proteksi terhadap HaKI . Kebanyakan orang masih menganggap bahwa
source code merupkan aset yang harus dijaga kerahasiannya. Hal ini dikaitkan dengan
besarnya usaha yang sudah dikeluarkan untuk membuat produk tersebut. Karena sifatnya
yang terbuka, open source dapat di-abuse oleh orang-orang untuk mencuri ide dan karya
orang lain.


Sumber :

1. http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_terbuka

2. http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:8OrUsHuN4s0J:www.cert.or.id/~budi/articles/open-source-for-corporation.doc+keuntungan+dan+kerugian+menggunakan+open+source&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESi_SQPRMHoyBj_zbtEhXk0ocDsmqUA56PzbdEUqlxVjYhXl2HnyaPNKWy8XMtH7aBDmyBiOsJWZmOFCNQlK-Ux-tvAbyECrOILOIEpgLQqHk3H1YP1djip81Xl25JFcMgFCaqeC&sig=AHIEtbQ8jrS6PEkLmuyuoH9sWJQAKSF16g

3. http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:0v5bQijzEnkJ:ione007.files.wordpress.com/2008/12/keuntungan-dan-kerugian-open-source.doc+keuntungan+dan+kerugian+menggunakan+open+source&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEEShK-LFTul9z-qTwF7jhZIpOR6imZKI1Ca5E5zpA0biv0Q1uJ1Wm_iQ_8JxNaak8ACBZ6o5l1_9h1Xm18_D3SaRMalPVNtKw7ukTSGU6BRCZD1QZbPI9vxmWJtfHDq6WVycgIhNC&sig=AHIEtbR41Y52iKY1vRcneLjCVLeek933Cw